LOADING

Color Palette di Figma: Panduan Dasar untuk Pemula

Muhammad Taufikurrahman
22 Dec 2025 · 10:34
Figma

Color palette adalah kumpulan warna yang digunakan secara konsisten dalam sebuah desain. Bagi pemula, memahami color palette itu sangat penting karena warna punya peran besar dalam menentukan apakah sebuah desain terlihat rapi atau justru berantakan. Tanpa pengaturan warna yang jelas, desain sering terlihat acak, terlalu ramai, dan bikin mata cepat lelah.

Di Figma, penggunaan color palette membantu pemula menghasilkan desain yang lebih profesional, meskipun kemampuan desain masih dasar. Dengan palette, setiap warna punya fungsi masing-masing, sehingga kamu tidak asal memilih warna setiap kali membuat elemen baru.

Secara sederhana, color palette adalah sekelompok warna utama yang digunakan berulang dalam satu desain. Biasanya color palette terdiri dari beberapa jenis warna berikut:

  • Warna utama (Primary) sebagai identitas utama desain

  • Warna pendukung (Secondary) untuk elemen tambahan

  • Warna aksen (Accent) sebagai penarik perhatian

  • Warna netral seperti putih, abu-abu, dan hitam

Dengan struktur ini, pemilihan warna jadi lebih terkontrol dan konsisten dari halaman ke halaman.

Bagi pemula, penggunaan color palette sangat disarankan. Tanpa palette, warna sering berubah-ubah, desain terlihat “rame”, dan akan sulit dikembangkan jika jumlah halaman bertambah. Sebaliknya, dengan color palette, desain terasa lebih rapi, mudah di-maintain, dan secara visual tampak lebih profesional walaupun konsepnya sederhana.

Dalam UI design, setiap jenis warna punya peran yang berbeda. Primary color adalah warna utama yang biasanya mewakili brand atau tema desain. Warna ini sering digunakan untuk tombol utama, link, atau elemen penting yang ingin ditonjolkan. Contohnya bisa berupa biru, hijau, atau ungu.

Secondary color berfungsi sebagai pendukung warna utama. Warna ini biasa digunakan untuk tombol kedua, badge, atau elemen tambahan. Penggunaannya harus tetap seimbang dan tidak boleh lebih dominan dari primary color.

Selain itu, ada accent color yang berfungsi menarik perhatian. Biasanya digunakan dalam jumlah kecil, seperti untuk notifikasi, status aktif, atau ikon penting. Jika accent color digunakan terlalu banyak, desain justru terlihat berisik dan melelahkan.

Fondasi dari semua warna tersebut adalah neutral color, seperti putih, abu-abu, dan hitam. Warna netral sering dipakai untuk background, teks, dan border agar desain tetap nyaman dilihat dan tidak terlalu mencolok.

Untuk membuat color palette di Figma, langkah awalnya cukup sederhana. Pertama, tentukan satu warna utama terlebih dahulu. Pilih warna yang tidak terlalu terang dan masih nyaman digunakan untuk teks maupun tombol. Untuk pemula, sebaiknya jangan langsung menggunakan banyak warna agar desain tetap fokus.

Setelah itu, buat variasi warna dari warna utama tersebut, berupa warna yang lebih terang dan lebih gelap. Variasi ini biasanya digunakan untuk kondisi hover, active, atau disabled. Di Figma, pengaturan ini bisa dilakukan melalui menu Fill dan Color Picker.

Dalam penggunaan sehari-hari, mengganti warna di Figma bisa dilakukan dengan cara memilih objek lalu mengubah warna pada bagian Fill atau memasukkan kode HEX. Namun, agar desain tetap konsisten, pemula sangat disarankan menggunakan Color Styles. Dengan Color Styles, satu perubahan warna bisa langsung diterapkan ke banyak elemen sekaligus.

Ada beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan pemula saat mengatur warna, antara lain:

  • Menggunakan terlalu banyak warna

  • Memilih warna yang terlalu terang

  • Kontras teks dan background kurang jelas

  • Tidak menggunakan Color Styles

Padahal, dalam desain, menggunakan sedikit warna justru jauh lebih efektif daripada terlalu banyak warna.

Sebagai panduan awal, pemula bisa menggunakan maksimal tiga sampai lima warna utama. Pastikan teks mudah dibaca, gunakan abu-abu untuk teks panjang, dan hindari penggunaan warna cerah di semua elemen. Desain yang baik bukan soal warna yang mencolok, tetapi soal kenyamanan visual.

Contoh struktur color palette sederhana yang aman untuk pemula misalnya:

  • Primary: Biru

  • Secondary: Hijau

  • Accent: Kuning

  • Neutral: Putih dan Abu-abu

Struktur ini sudah cukup untuk banyak kebutuhan desain UI, baik website maupun aplikasi.

Pada akhirnya, color palette bukan hanya soal selera, tetapi soal konsistensi dan kenyamanan visual. Jika kamu masih pemula, fokuslah pada penggunaan warna yang sederhana, kontras yang jelas, dan konsisten di seluruh desain. Ketika warna sudah rapi, desain kamu akan otomatis terasa naik level.

Jasa Pembuatan Website, Aplikasi, dan Graphic Design Terpercaya di Indonesia, khususnya wilayah Jawa Timur, oleh TFK Designer.

👋 Siap membantu Anda! Hubungi kami segera
Home Layanan Event Artikel Testimoni