LOADING

Penggunaan Pen Tool di Figma: Panduan Dasar untuk Pemula

Muhammad Taufikurrahman
22 Dec 2025 · 10:32
Figma

Pen Tool adalah salah satu tools paling penting di Figma, terutama jika kamu ingin membuat shape custom, icon, ilustrasi sederhana, atau elemen UI yang tidak bisa dibuat hanya dengan rectangle atau ellipse. Tool ini sering dianggap sulit oleh pemula karena terlihat teknis dan rumit, padahal jika sudah memahami dasarnya, Pen Tool justru sangat powerful dan fleksibel.

Banyak pemula merasa takut menggunakan Pen Tool karena takut salah atau bentuknya jadi berantakan. Padahal, kunci utama Pen Tool bukan bakat, tapi pemahaman konsep dan latihan bertahap. Begitu kamu paham cara kerjanya, Pen Tool akan jadi salah satu senjata terkuat dalam desain di Figma.

Secara sederhana, Pen Tool adalah alat untuk membuat garis dan bentuk bebas berbasis vektor dengan cara menentukan titik-titik tertentu yang disebut anchor point. Dari titik-titik inilah garis lurus atau lengkungan terbentuk. Dengan Pen Tool, kamu bisa melakukan banyak hal seperti:

  • Membuat icon custom

  • Membuat shape unik sesuai kebutuhan desain

  • Mengedit bentuk dengan presisi tinggi

  • Meniru bentuk dari gambar referensi

Untuk mengaktifkan Pen Tool di Figma, kamu cukup menekan shortcut P pada keyboard.

Sebelum langsung praktik, ada beberapa konsep dasar Pen Tool yang wajib dipahami agar tidak bingung saat digunakan. Pertama adalah anchor point, yaitu titik yang kamu buat saat mengklik canvas. Setiap titik ini menentukan arah dan bentuk garis. Kedua adalah line, yaitu garis lurus yang menghubungkan antar anchor point. Ketiga adalah curve, yaitu garis lengkung yang terbentuk ketika kamu mengklik lalu men-drag mouse. Jika tiga konsep ini sudah dipahami, Pen Tool tidak akan terasa menakutkan lagi.

Untuk membuat garis lurus dengan Pen Tool, kamu cukup menekan tombol P, lalu klik di canvas untuk membuat titik pertama. Setelah itu, klik di tempat lain untuk membuat titik kedua dan garis lurus akan terbentuk otomatis. Jika sudah selesai, tekan Enter. Cara ini cocok digunakan untuk membuat shape sederhana seperti segitiga, icon dasar, atau garis-garis UI.

Jika ingin membuat garis lengkung, caranya sedikit berbeda. Setelah menekan P, klik lalu drag mouse. Saat kamu drag, akan muncul handle yang berfungsi mengatur lengkungan garis. Semakin panjang drag-nya, semakin besar lengkungan yang dihasilkan. Teknik ini sangat sering dipakai saat membuat icon atau ilustrasi sederhana agar bentuk terlihat lebih halus.

Agar sebuah bentuk bisa diwarnai, path harus ditutup atau disebut closed path. Caranya cukup klik kembali ke titik awal hingga muncul ikon lingkaran kecil. Setelah path tertutup, shape bisa diberi warna fill, stroke, atau efek lainnya seperti bentuk biasa.

Selain membuat bentuk, Pen Tool juga digunakan untuk mengedit bentuk. Kamu bisa menggeser anchor point untuk merapikan shape sesuai kebutuhan. Jika ingin mengatur lengkungan, cukup klik titik lalu geser handle ke kanan atau kiri. Arah handle akan menentukan arah lengkungannya. Teknik ini penting agar bentuk terlihat smooth dan tidak patah-patah.

Di Figma, kamu juga bisa mengubah garis lurus menjadi lengkung, atau sebaliknya. Caranya dengan memilih titik, lalu klik kanan dan pilih opsi Smooth untuk membuat lengkungan, atau Straight untuk mengubahnya menjadi garis lurus. Fitur ini sering digunakan saat merapikan icon agar hasil akhirnya terlihat lebih profesional.

Perlu diketahui juga perbedaan antara Pen Tool dan Vector Tool di Figma. Pen Tool digunakan untuk membuat path baru, sedangkan Vector Tool digunakan untuk mengedit path yang sudah ada. Biasanya workflow yang umum adalah membuat bentuk menggunakan Pen Tool, lalu merapikan detailnya menggunakan Vector Tool.

Sebagai latihan sederhana, kamu bisa mencoba membuat icon kecil seperti bentuk hati atau petir. Mulailah dari garis lurus terlebih dahulu, lalu tambahkan lengkungan secukupnya. Setelah itu, rapikan bentuk dengan menggeser anchor point sampai terlihat proporsional. Latihan kecil seperti ini sangat membantu meningkatkan feeling saat menggunakan Pen Tool.

Ada beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan pemula saat menggunakan Pen Tool, seperti terlalu banyak anchor point, tidak menutup path, takut menggunakan curve, atau membuat shape yang terlihat patah-patah. Padahal, prinsip dasarnya sederhana: semakin sedikit anchor point, semakin rapi bentuk yang dihasilkan.

Agar cepat mahir menggunakan Pen Tool, biasakan menggunakan anchor point sesedikit mungkin, zoom in saat mengedit detail, dan jangan takut mengulang dari awal jika bentuk terasa kurang pas. Cukup luangkan waktu sekitar 10–15 menit per hari untuk latihan. Pen Tool bukan soal bakat, tapi soal kebiasaan.

Di awal memang terasa sulit, tapi begitu sudah paham, Pen Tool akan membuka banyak kemungkinan. Kamu bisa membuat icon sendiri, desain jadi jauh lebih fleksibel, dan skill Figma kamu otomatis naik level. Jika Auto Layout adalah fondasi layout di Figma, maka Pen Tool adalah fondasi kreativitas.

Jasa Pembuatan Website, Aplikasi, dan Graphic Design Terpercaya di Indonesia, khususnya wilayah Jawa Timur, oleh TFK Designer.

👋 Siap membantu Anda! Hubungi kami segera
Home Layanan Event Artikel Testimoni